Apa yang terlintas pertama kali di benak kita saat
mendengar kata Dinosaurus? Bisa jadi Jurassic Park, karena film itu sangat
fenomenal, kita seakan diajak masuk ke jaman dimana Dinosaurus menguasai bumi. Terlintas
kah di pikiran kita sebagai pendidik untuk mengenalkan juga Dinosaurus kepada
anak didik kita? Karena binatang adalah dunia yang paling dekat dengan dunia
anak, tapi bagaimana caranya agar anak mengenal dinosaurus yang saat ini memang
sudah punah?? Strategi dan metode yang tepat pada proses pembelajaran lah yang akan
menciptakan kegiatan yang menarik dan bermakna bagi anak didik kita. Kegiatan Outdoor ke museum Geologi untuk melihat
kerangka dinosaurus, cukup membantu kita sebagai pendidik untuk
memvisualisasikan dinosaurus kepada anak didik kita.
Pada program magang di GagasCeria kali ini, saya
sebagai pemateri akan mencoba sharing
kepada guru PAUD dari Medan dan dari Himpaudi Kota Bandung tentang bagaimana merancang
program pembelajaran yang menarik dan integratif dengan mengambil tema
“Bertualang ke Negeri Dinosaurus.”
Kenapa judul materi yang saya ambil adalah
“Menciptakan pembelajaran yang menarik dan Integratif” dikarenakan pada proses
pembelajaran, kita sebagai pendidik harus mampu mengembangkan anak pada semua
aspek perkembangan namun tetap di kemas secara menarik, karena bagaimanapun
dunia anak adalah dunia bermain. Segitiga dialogis (kepekaan, ilmiah dan
imajinatif), 3 gaya belajar, aspek perkembangan dan calistung dikemas secara
integratif dan menghasilkan sebuah karya seni.
Kegiatan dimulai dengan mendengarkan cerita boneka
tentang Dinosaurus yang sedih karena tidak mempunyai teman. Untuk menemukan
teman dinosurus ternyata harus melewati rintangan berupa jembatan dan
batu-batuan. Setelah berhasil melewati semua rintangan, lalu dibuatlah teman
untuk dinosaurus tersebut. Supaya dapat bermain bersama, maka teman-temannya
dinosaurus berkumpul di sebuah hutan.
Dari sebuah cerita sederhana seperti diatas,
sebetulnya kita sebagai pendidik sedang mengembangkan banyak aspek perkembangan pada anak didik kita,
diantaranya :
1.Mengolah kepekaan : Anak diajak untuk menolong
dinosaurus yang tidak mempunyai teman
2. Mengolah imajinasi : Anak diajak berperan menjadi
dinosaurus yang melewati berbagai rintangan di hutan
3. Mengolah ilmiah : Anak diajak untuk mengenal detil
bagian dinosaurus
4. Gaya belajar visual : Anak diajak untuk melihat
macam-macam dinosaurus melalui buku
5. Gaya belajar Auditory : Anak diajak menyanyi lagu
dinosaurus
6. Gaya belajar kinestetik : Anak diajak untuk
bergerak seperti dinosaurus
7. Membaca : Anak menempelkan 2 suku kata sebagai
nama dinosaurus yang sudah dibuatnya, lalu baca
8.Berhitung : Anak menghitung jumlah bentuk geometri
yang sudah diambil yang dijadikan bagian badan dinosaurusnya.
9. Tulis : Anak menuliskan cerita karya nya
10. Aspek bahasa : Anak diajak untuk menceritakan
karyanya
11. Aspek motorik : Anak diajak untuk melewati
rintangan, berjalan dipapan titian dan melompati rintangan
12. Aspek sosem : Anak diajak untuk menolong dinosaurus
dan bekerjasama dengan temannya menemukan teman Dino nya lalu diajak berdoa
agar dino nya dapat ditemukan.
13. Aspek Kognitif : Anak diajak untuk mencari tahu
detil bagian dinosaurus
| Setelah membuat karya dinosaurus secara mandiri, karya lalu digabungkan untuk dijadikan karya besar |
| Ini lah karya besarnya dengan judul karya "Dino Kecil Mencari Teman" |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar